Pages

Senin, 29 Maret 2010

Bapa Sorgawi Adalah Kasih

Syalom , kita adalah manusia, dan kita hidup didunia yang diciptakan oleh Dia yang berada di Kerajaan Sorgawi. Oleh sebab itu kita patut bersyukur kepadaNya karena kita adalah Anak Allah, makhluk yang paling tinggi derajatnya.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Bapa Sorgawi,

sebab Bapa Sorgawi adalah kasih.

Kita telah mengenal dan telah percaya

akan kasih Bapa Sorgawi kepada kita.

Bapa Sorgawi adalah kasih,

dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih,

ia tetap berada di dalam Bapa Sorgawi

dan Bapa Sorgawi di dalam dia.


( I Yohanes 4 : 8, 16)



Karena begitu besar kasih Bapa Sorgawi akan dunia ini,

sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,

supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,

melainkan beroleh hidup yang kekal.


(Yohanes 3 : 16)

Berdasarkan ayat-ayat tersebut saya coba memahami bahwa Bapa Sorgawi adalah Bapa Yang Penuh Kasih.

Kasih Bapa adalah Kasih Tanpa Syarat.

Kasih Bapa adalah Kasih Terbesar.

Kasih Bapa adalah Kasih Tak Terbatas.

Kasih Bapa Tidak Berhenti.

Kasih Bapa Tidak Berubah.

Kasih Bapa Melimpah.

---Sekarang , Bapa telah menciptakan kita sesuai dengan gambaran Allah, yaitu makhluk yang secitra dengan Allah---

Berarati yang dapat disimpulkan ialah Bapa Sorgawi mengajari kita untuk hidup dengan kasih, hidup dengan sesama melalui kasih.Mungkin beberapa diantara kita pernah sekali mendapati suatu masalah, bahkan sering diantara kita selalu putus asa dalam setiap persoalan.Tetapi coba perhatikan, bagaimana jika kita menanggapi setiap persoalan tersebut dengan hati yang tenang , dengan penuh kasih, maka setiap persoalan pun akan terselesaikan dengan tidak ada beban, dan tetaplah berpegang kepada FirmanNya, yaitu Firman Tuhan Yesus Kristus

Sebagai contoh, anda sedang menghadapi pergumulan dengan orang tua, lalu kita merasa dunia ini tidak adil, "mengapa kita selalu kena marah" (pernah juga saya berpikir begitu) Namun apabila kita saat itu menggunakan firman tuhan , berpegang pada firman tuhan dan percaya. Maka anda akan merasa bertapa bersyukurnya anda memiliki orang tua yang begitu menyayangi saudara.Tidak hanya itu kepada teman teman saudara, jagalah sikap perilaku, dan jagalah perkataan saudara , berbuat baiklah kepada setiap orang, maka anda sudah mempunyai kasih didalam diri anda, mengasihi sesamamu sendiri , Dimanapun saudara berada selalu berpeganglah kepada Firman Tuhan. sewaktu dirumah, sewaktu gereja, sewaktu dimanapun anda, berpeganglah dan yakinilah dengan iman, maka berkat Tuhan Menyertai saudara Aleluya!

Tuhan sudah menciptakan kita sesuai gambaran Allah, atau secitra , itu artinya Tuhan tidak mengingini kita untuk hidup sesuai kehendak duniawi. Melainkan kita tetap berpegang pada iman. Namun terkadang sewaktu kita menghadapi suatu permasalahan , kita tidak dapat menahan nafsu emosial kita , kita tidak dapat mengkontrol , sehingga kita bertindak sesuai pikiran kita, ya itu emosi, marah, dan sebagainya. Ya memang susah, namun apabila saudara berpegang pada firman Tuhan , dan meyakini dengan iman , maka tidaklah terlalu sulit

Matius 5:38, "Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu


Tuhan menginginkan kita untuk hidup suci, tidak bernoda sewaktu kita akan diangkat kesurga, Tuhan mengingini pada setiap umat nya selalu menaati apa yang diperintahkannya. Oleh sebab itu ia adalah sumber segala kasih bagi kita ,

dan dia telah mengajarkan Hukum Kasih pada Matius 22:34-40
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi

Jadi seharusnya apabila ditanya :

Hukum Manakah yang paling utama , kita layak menjawab ialah "HUKUM KASIH"

2 komentar: