"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." ( Matheus 22:37-40
Saudara saudara kalau saja kita simak bagaimana Firman Tuhan yang terdapat pada Matheus 22:37-40 dimana kita diutus Tuhan untuk selalu mengasihi diantara kita. Tidak lain ialah kita diutus Tuhan untuk saling mengasihi antar sesama manusia, kita harus berbagi antar sesama manusia.
Sebagai ingin bercerita sekedar sharing kepada saudara sekalian , ada seseorang anak muda, Beliau pada hari itu sedang mengikuti acara ekaristi di salah satu Gereja di Yogyakarta, yaitu Gereja Kidul Loji Yogyakarta, Namun ternyata ia tidak membawa dompet , dompetnya tertinggal dirumah karena terburu buru berangkat ke gereja . Beliau adalah orang yang bertekun dalam setiap ibadahnya , orang yang sabar. Selesai perayaan ekaristi di Gereja Kidul Loji , Anak muda tersebut berencana ingin kerumah ssalah satu temannya yang tempatnya tidaklah jauh dari gereja. Dengan mengendarai motornya anak muda itu bergegas menuju rumah temannya tersebut.
Sesampainya di pemberhentian perempatan dekat taman pintar, Anak muda tersebut didatangi oleh pengemis yang sedang mengamen di dekatnya. Setelah pengemis itu selesai bernyanyi seperti layaknya pengemis ia meminta uang , lalu Anak muda itu menjawab "Maaf dek saya tidak memiliki uang, dompet saya ketinggalan, lain kali ya, tetapi tetap saya doakan agar adek memperoleh rezeki" . Dengan marahnya pengemis berkata "Woo.. Tidak punya uang.Doa? saya tidak butuh doa, tapi saya butuh uang, bukan doa. Doa itu nggak penting, nggak membuat kaya". Sembari berkata, pengemis itu lalu pergi meninggalkan pemuda tersebut.
Anak muda itu memang memiliki hati yang sabar , beliau melanjutkan perjalanan kerumah temannya, namun tiba tiba Ayahnya menelpon dia, dan ia pun disuruh pulang, akhirnya pemuda itu membatalkan untuk kerumah temannya.
Tetapi yang sangat tidak habis pikir, sesampainya dirumah, pemuda tersebut mendoakan pengemis yang melukai hatinya, yang mencaci maki dia, Pemuda itu mendoakan agar anak jalanan tersebut mendapatkan rezeki yang melimpah.Ya memang hati pemuda tersebut memiliki "Kasih" , Kasih terhadap sesama manusia, Seperti dalam firman Tuhan.
Sekarang kita renungkan baik baik firman tuhan diatas. "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" Kita dianjurkan, oleh Tuhan Yesus Kristus untuk selalu mengasihi Tuhan. tidak hanya itu kita diwajibkan juga mengasihi sesama manusia. Pastilah pernah terlintas sebuah pertanyaan , mengapa demikian?
Tuhan menciptakan kita, manusia, sesuai dengan gambaran Allah, yang artinya kita diciptakan sesuai citra Allah . Yang memiliki Kasih, seperti Bapa kita di Sorga Yang Penuh Kasih. Namun, kita lebih banyak sehari hari hanya mendengar Firman Tuhan, tetapi jarang mempraktekan dalam kehidupan sehari hari. Padahal justru bagaimana cara mempraktekan itulah yang dilihat tuhan , bagaimana hati kita memberi kasih kepada sesama manusia, dan kepada Tuhan Yesus Kristus.
Dan kita harus mencontoh pemuda yang rajin bertekun tadi, bahwa dia masih saja memberikan kasihnya, walaupun dia dicaci maki oleh seorang anak jalanan. Dia masih mendoakan anak jalanan tersebut agar memperoleh rezeki. Namun apa tanggapan anak jalanan tersebut? anak jalanan tersebut malah memarahinya, dan mencacimakinya , Ia tidak mengetahui sesungguhnya apabila anak jalanan itu memperoleh rezeki yang lebih, itu akibat doa pemuda yang selalu bertekun tersebut . Itu karena anak jalanan itu melihat, bukan dari hati, tetapi melihat dari akal pikiran anak jalanan tersebut , anak jalanan itu tidak memikirkan kepentingan yang jauh lebih penting, tetapi anak jalanan itu mementingkan kepentingan duniawi, yang hanya sebentar saja akan sia sia, begitu saja.
Yang dapat diambil dari Kotbah ini ialah, Bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Hendaknya kita tidak hanya mementingkan pemikiran pribadi kita sendiri, kepentingan pribadi kita sendiri, melainkan kita juga harus melihat bagaimana orang yang memberikan kasih kepada kita, bahwa diFirman Dikatakan "Kasihilah Sesamamu Manusia" maka kita juga seharusnya memberikan kasih juga kepada sesama orang yang memberikan kasih kepada kita. Karena Kasih Itu Indah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar